Beranda Suara Rakyat Rilis Pers KPK Lembaga Paling Dipercaya dan Dibutuhkan Rakyat Indonesia Saat Ini

KPK Lembaga Paling Dipercaya dan Dibutuhkan Rakyat Indonesia Saat Ini

4
0
BERBAGI

KPK merupakan lembaga paling dipercaya dan dibutuhkan rakyat Indonesia untuk memberantas korupsi saat ini. Tingginya kepercayaan dan kebutuhan adanya KPK disebabkan karena lembaga ini dinilai efektif memberantas korupsi dibanding lembaga lainnya terutama terkait dalam menindak pelaku korupsi kelas kakap. Selain itu, sebagian besar rakyat Indonesia menilai tingkat korupsi Indonesia tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Tingkat korupsi masih tetap sama. Demikian salah satu temuan utama hasil survei anti korupsi yang dilaksanakan oleh Polling Center-ICW.

 

Temuan Survey :

Hasil survei dikelompokkan dalam 4 temuan utama, yakni pertama tingkat korupsi Indonesia tahun 2017 tidak jauh berbeda dengan tingkat korupsi tahun 2016. Kedua, Presiden atau pemerintah Indonesia dinilai semakin serius memberantas korupsi. Ketiga, KPK merupakan lembaga paling dipercaya dan paling berperan dalam memberantas korupsi. Keempat, rekrutmen CPNS dan Kepolisian dianggap sebagai sektor terkorup dibanding sektor lain.

 

Tingkat Korupsi

Berdasarkan hasil survei anti korupsi tahun 2017 diketahui 52 persen masyarakat Jawa Timur menyatakan korupsi meningkat dari tahun sebelumnya, 33 persen tidak mengalami perubahan, 15 persen menurun. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan persepsi tingkat korupsi masyarakat Indonesia lainnya dimana 55 persen menyatakan korupsi meningkat, 32 persen tidak mengalami perubahan, 13 persen menurun. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat memandang tingkat korupsi Indonesia dalam 1 tahun terakhir tidak mengalami perubahan signifikan, tidak menaik dan juga tidak menurun.

 

Keseriusan Pemerintah

Meski masyarakat pesimis terhadap tingkat korupsi namun mereka memberi apresiasi terhadap keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi. Berdasarkan hasil survei antikorupsi tahun 2017 diketahui terdapat 20 persen masyarakat yang menyatakan pemerintah Indonesia sangat serius memberantas korupsi, 55 persen serius, 15 persen tidak serius, 2 persen sangat tidak serius, dan 8 persen tidak tahu/tidak menjawab. Masyarakat Jawa Timur bahkan lebih optimis dibandingkan masyarakat Indonesia lainnya dimana 20 persen masyarakat menyatakan pemerintah Indonesia sangat serius memberantas korupsi, 49 persen serius, 21 persen tidak serius, 3 persen sangat tidak serius dan 7 persen tidak tahu/tidak menjawab.

 

Lembaga Paling Dipercaya Dan Berperan Memberantas Korupsi

KPK dan Presiden RI merupakan lembaga paling dipercaya rakyat Indonesia saat ini. Berdasarkan survey diketahui terdapat 90 persen masyarakat Jawa Timur menyatakan percaya dengan KPK dan 88 percaya terhadap Presiden RI. Selain itu, BPK RI mendapatkan kepercayaan sebesar 66 persen. Partai politik merupakan lembaga paling tidak dipercaya rakyat Indonesia (hanya 31% yang menyatakan kepercayaannya).

 

Tinggi tingkat kepercayaan terhadap KPK dan Presiden RI diduga karena dua institusi ini terutama figur Jokowi yang dinilai bersih dan tegas terhadap perilaku korupsi. KPK dipercaya karena berhasil menjerat banyak pelaku korupsi terutama pelaku korupsi kelas kakap. DPR, Perusahaan Swasta dan Parpol mendapatkan kepercayaan rendah karena banyak pelaku korupsi berasal dari tiga institusi ini.

 

Sektor Terkorup

Rekrutmen CPNS dan Kepolisian dianggap sebagai sektor yang terkorup menurut masyarakat Jawa Timur. Selain informasi dari media, teman, tetangga, keluarga, persepsi ini terbentuk salah satunya karena pengalaman pribadi. Berdasarkan hasil survei, sektor kepolisian Mendaftar kerja jadi PNS dinilai sebagai sektor terkorup karena 24 persen masyarakat menyatakan bahwa mereka pernah diminta uang secara ilegal oleh pihak tertentu ketika menggunakan jasa atau interaksi dalam sektor ini (7 persen dari total responden). Begitu juga dengan kepolisian dimana terdapat 29 persen masyarakat yang pernah berhubungan dengan Kepolisian (8 persen dari total responden) menyatakan pernah diminta uang atau hadian secara tidak resmi.

Hasil ini wajar mengingat rekrutmen CPNS merupakan sektor yang banyak berhubungan dengan masyarakat serta warisan persepsi korupsi dalam setiap proses rekrutmen CPNS tahun sebelumnya. Warisan persepsi ini diduga berkontribusi terhadap persepsi buruk terhadap sektor rekrutmen CPNS meski telah ada perbaikan sistem rekrutmen seperti penggunaan CAT (Computer Assisted Test) dalam salah satu tahapan rekrutmen tersebut.

 

Metodologi Survei

Survei anti korupsi ini dilaksanakan dalam periode April dan Mei 2017 di 35 Kabupaten/Kota, 73 Desa/Kelurahan seluruh Indonesia dengan total responden sebesar 759 orang. Survey ini menggunakan teknik sampling Multistage Random Sampling dengan PPS (Probability Proportional to Size) dimana jumlah sampel tiap provinsi disesuaikan secara proporsional dengan jumlah penduduknya. Dengan jumlah sampel sebesar ini dan tingkat kepercayaan 95 persen maka diprediksi MoE (Margin of Error) mencapai kurang lebih 3,6 persen.

 

Jawa Timur, 2 Agustus 2017

______________________________________________________________________________________________

 

Nara Hubung :

Heny Susilowati –Peneliti Polling Center (0818106561), Febri Hendri AA – Peneliti ICW (081219867097)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here