Beranda Suara Rakyat Rilis Pers MAHKAMAH TAK LAGI BERMARTABAT “Desak Mundur Arief Hidayat dari Ketua Mahkamah Konstitusi...

MAHKAMAH TAK LAGI BERMARTABAT “Desak Mundur Arief Hidayat dari Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)”

33
0
BERBAGI

Malang, 26 Januari 2018. Malang Corruption Watch bersama dengan Koalisi Masyarakat Peduli MK mengadakan aksi simbolis atas perilaku ketua mahkamah konstitusi “Arif Hidayat” yang kembali telah meruntuhkan kepercayaan publik.

Jika melihat perjalan MK hingga hari ini, runtuhnya martabat MK disebabkan oleh perilaku hakim yang minim intergritas. Sebut saja kasus korupsi ketua MK terdahulu “Aqil mokhtar”, Korupsi Hakim Konstitusi “Patrialis Akbar” dan sejumlah pelanggaran etik lain yang dilakukan oleh beberapa hakim MK, salah satunya adalah pelanggaran etik yang dilakukan oleh ketua MK saat ini “Arif Hidayat”.

Berdasarkan catatan Malang Corruption Watch, Arif hidayat telah terbukti melakukan sejumlah pelanggaran etik, dan buntutnya dewan etik MK telah mejatuhkan sanksi berupa teguran lisan; pertama, terkait tidak melaporkan LHKPN kepada KPK; Kedua, membuat surat titipan atau katebelece kepada Jaksa Agung Muda atas jaksa yang menjadi kerabatnya; ketiga, bertemu dengan Komisi III DPR-RI, pertemuan tersebut diduga terkait dengan pengamanan dirinya pada pemilihan ketua MK.

Selain itu, sebagi Ketua MK Arif hidayat tidak mampu mengembalikan kepercayaan publik, terbukti saat kepemimpinannya justru MK kembali tercoreng atas kasus korupsi yang melibatkan hakim MK patrialis akbar. Hakim MK merupakan Idu Geni (ludah api) dimana putusannya berdampak atas nasib seluruh rakyat Indonesia. Jika perilaku hakimnya minim interitas dan tidak berjiwa negarawan maka tentu runtuhlah martabat bangsa ini. Sebagaimana juga tertuang dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) No. 02/PMK/2003 tentang kode etik dan pedoman tingkah laku hakim MK. Pasal 2 ayat (2) “Menjauhkan diri dari perbuatan tercela dan menjaga wibawa selaku negarawan pengawal konstitusi, yang bebas dari pengaruh manapun (independen), arif dan bijaksana, serta tidak memihak (imparsial) dalam menegakkan hukum dan keadilan”.

Malang Corruption Watch bersama dengan koalisi masyarakat peduli MK menyatakan:


1. Mendesak mundur ketua MK “Arif Hidayat” karena telah melakukan sejumlah pelanggaran etik dan gagal mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap MK;
2. Meminta kepada MK untuk melakukan evaluasi secara besar besaran;
3. Mendesak Hakim MK untuk melakukan intropeksi, menjaga integitas dan menjadi negarawan demi mengembalikan dan mengaga martabat mahkamah konstitusi;
4. Memperkuat kewenangan Dewan Etik MK dalam melakukan pengawasan;


CP: M Fahrudin A (Koordinator Malang Corruption Watch) /081554633373

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here