Beranda Informasi Di Hari Kemerdekaan, MCW Ajak Warga Memperhatikan Pendidikan

Di Hari Kemerdekaan, MCW Ajak Warga Memperhatikan Pendidikan

57
0
BERBAGI

Malang, 19/08/2015- Bertepatan dengan 17 Agustus 2015 Indonesia telah merdeka selama 70 tahun. Telah banyak yang dilalui oleh bangsa Indonesia dalam kurun waktu tersebut. 70 tahun Indonesia merdeka pengertian yang public dapatkan adalah terbebas dari kolonialisme dan imperialisme dari negara atau bangsa lain. Makna yang hanya membuat masyarakat Indonesia bangga di depan negara atau bangsa lain namun menangis di hadapan bangsanya sendiri. Menangisi kemiskinan, kebodohan, kesengsaraan, dan perasaan melankolis lainnya.

Hanya menangis dan menerima keadaan tidak akan merubah apapun atas hidup dan hak-hak mereka sebagai warga negara. Hak-hak warga negara yang secara konstitusional seharusnya dilindungi dan dipenuhi oleh negara atau pemerintah. Masyarakat yang merasakan kondisi buruk tersebut harus tersadarkan bahwa kondisi yang sedemikian rupa dapat diperbaiki. Jika negara melakukan pembiaran dan tidak memenuhi hak-hak warganya maka harus ada pihak yang melakukan transformasi sosial.

Malang Corruption Watch (MCW) turut serta memeriahkan hari Kemerdekaan di salah satu perkampungan pinggir kali Brantas, Muharto (17/8). Aktivis-aktivis MCW beserta warga binaan di Muharto mengadakan nonton bareng film “Batas”. Acara nonton bareng dimulai pada malam hari pukul 19.00 WIB di gang kecil di RT 9 RW 3 Muharto. “Kami memilih mengadakan nonton bareng sebagai sarana kampanye kami ke warga akan pentingnya pendidikan”, ujar Farchan Masduq, salah satu aktivis MCW. “Di pilihnya film “Batas” karena film ini menggambarkan buramnya dunia pendidikan di perbatasan Indonesia namun dengan kondisi tersebut mereka memiliki keinginan untuk belajar” tambahnya. Harapannya dengan menonton film ini warga Muharto dapat mensyukuri keadaan masing-masing dan lebih memperhatikan pendidikan untuk anak-anak mereka. Acara nonton bareng yang diselingi dengan pembagian dorprize ini menarik banyak perhatian masyarakat Muharto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.