Beranda Suara Rakyat Rilis Pers FMPP dan MCW Tanya Kejelasan Sekolah Gratis

FMPP dan MCW Tanya Kejelasan Sekolah Gratis

57
0
BERBAGI

MALANG, 1 Oktober 2014  Selain mempersoalkan adanya pungutan liar (Pungli) berkedok pembelian hewan kurban di sekolah, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dan Malang Corruption Watch (MCW) juga mempertanyakan kebijakan sekolah gratis kepada Dinas Pendidikan Kota Malang.

“Kebijakan gratis yang dimaksud dalam Perwali itu seperti apa, apakah gratis seluruhnya ataukah ada batasannya sebab pungutan di sekolah itu masih ada,” kata Firman, perwakilan dari FMPP dalam pertemuan tersebut, Rabu (1/10/2014) siang.

Selain pungutan berkedok hewan kurban, menurut Firman, FMPP juga mendapat laporan pengelolaan dana kas kelas dari siswa oleh sekolah. Ia menyebut ini adalah modus baru adanya pungli di sekolah.

“Pengelolaan dana tersebut digunakan untuk pengadaan kebutuhan kelas seperti pengadaan lembar jawaban dan kebutuhan sekolah yang lain,” katanya.

Karena itu, ia pun mempertanyakan sejauh mana Peraturan Wali Kota Malang Nomor 50 Tahun 2013 tentang biaya satuan pendidikan dasar ini berlaku. Selain masih ditemukan adanya pungutan, para wali murid juga masih kebingungan membedakan mana yang harus gratis atau tidak.

Firman mencontohkan, persoalan membeli baju. Para wali murid yang terbiasa membeli baju dengan dikelola sekolah, kini berpikir baju sekolah itu gratis dengan adanya Perwali tersebut. Padahal baju tetap dibeli oleh masing-masing wali murid.

Menanggapi itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana memaparkan, pendidikan gratis tak bisa diterapkan penuh. Selain karena biaya operasional sekolah yang tinggi, juga karena para guru dan pegawai di berbagai sekolah Malang masih banyak yang berstatus honorer.

“Saat ini yang gratis baru biaya pendidikannya saja. Itupun baru siswa SD dan SMP saja yang merasakan. Sementara, SMA dan SMK belum bisa,” katanya.

tribunnews,com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.