Beranda Suara Rakyat KAJIAN PAK APBD 2014 KOTA MALANG TETANG SUBSIDI PENDIDIKAN SISWA SMA/SMK PRA...

KAJIAN PAK APBD 2014 KOTA MALANG TETANG SUBSIDI PENDIDIKAN SISWA SMA/SMK PRA SEJAHTERA

53
0
BERBAGI

Rencana pemerintah Kota Malang khusunya anggota parlemen terkait perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2014 yang mengusulkan pemberian subsidi pendidikan pada jenjang pendidikan SMA/SMK se Kota Malang menjadi kabar gembira. Rencana tersebut tentu memberi angin segar bagi semua pihak kushusnya bagi kelompok siswa pra sejahtera, karena pada prinsipnya subsidi tersebut akan diperuntukan bagi siswa pra sejahtera yang selama ini cukup merasa terbebani dengan tingginya pembiayaan pendidiakan di Kota Malang untuk jenjang SMA/SMK. Munculnya rencana tersebut juga tidak bisa dilepas dari upaya gigih yang dilakukan kelompok masyarakat sipil kota malang beserta semua pihak yang pro terhadap perbaikan kualitas pendidikan di Kota Malang. Kebijakan yang sedikit melegakan semacam ini juga tentu sudah lama dinanti oleh masyarakat Kota Malang, khusunya kelompok masyarakat yang masuk kriteria masyarakat pra sejahtera.

Rencana pemerintah memberikan subsidi pendidikan pada jenjang SMA/SMK se Kota Malang perlu diapresiasi, karena titik terang ini bagian dari perjalanan panjang perjuangan semua kalangan yang menentang persepsi pendidikan yang kerap kali memberatkan sebagian besar kelompok masyarakat. Tentu banyak cara memberi apresiasi kepada pemerintah dengan kebijakan tersebut. Yang paling peting adalah apresiasi berupa komitmen berkelanjutan untuk mengaewal setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah, termasuk keputusan untuk memberi subsidi pendidikan pada jenjang pendidikan SMA/SMK se Kota Malang. Perlu dipahami bahwa anggaran yang di gelontorkan untuk program subsidi pendidikan tersebut bisa dibilang sangat besar. Untuk itu, perlu kiranya semua kalangan mengambil peran untuk mengawal kebijakan tersebut sehingga implementasi kebijakan subsidi pendidikan tersebut dapat berjalan tepat sasaran.

Aspek sosiologis

Kota Malang banyak dikenal sebagai Kota pendidikan. Di mana nuansa akademik dan budaya intelektual di Kota Malang banyak di akui masyarakat terutama masyarakat luar jawa. Kondisi tersebut tentu menjadi predikat membanggakan bagi warga Kota Malang khususnya pemerintah. Selama ini, Kota Malang tentu banyak diburu oleh orang tua yang hendak menyekolahkan anaknya mulai jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan tinggi. Ada hal yang bertolak belakang dengan label Kota Malang sebagai Kota pendidikan, di mana fakta sosiologis menunjukkan bahwa dari pengamatan praktisi-pratisi sosial, aktivis, akademisi dan lain-lain masih belum ada relevansi antara label sebagai Kota pendidikan dengan realitas sosial sesungguhnya.

Fakta tersebut berangkat dari data lapangan yang ditemukan oleh Malang Corruption Wacth (MCW) bahwa keluhan terkait layanan pendidikan masih sangat tinggi.

Dari hasil survei menunjukkan bahwa keluhan terkait layanan pendidikan berada pada angka 303 pengadu yang terbagi menjadi sebanyak 153 pengadu perempuan dan sebanyak 150 dari pengadu laki-laki. Diikuti sektor layanan kesehatan sebanyak 255 pengadu terdiri dari pengadu laki-laki dan perempuan, berikutnya sektor layanan adminduk pada angka 220 pengaduan. Sisanya sektor pelayanan kelistrikan dan sektor-sektor lainnya.

Aspek Teknis
Awal Agustus lalu, komisi D DPRD Kota Malang sudah mengeluarkan pernyataan terkait kepastian pengalokasian beasiswa bagi siswa SMA/SMK pra sejahtera pada PAK APBD 2014. Perlu untuk diketahui bahwa Komisi D memastikan alokasi anggaran tersebut sudah bisa di cairkan per september atau oktober 2014 mendatang. Berangkat dari kebijakan anggaran tersebut juga yang kemudian berkorelasi otomatis dengan kebijakan pemerintah Kota Malang yang memberikan subsidi pendidikan kepada siswa pra sejahtera ditingkat SMA/SMK se Kota Malang. Untuk diketahui komisi D menambahkan anggaran untuk pelajar tidak mampu sebesar Rp. 7 milyar. Selain itu, dewan juga menganggarkan dana sebesar Rp. 9 milyar utnuk pengadaan buku SMA/SMK kepada 46.500 siswa. Artinya masing-masing buku seharga Rp. 20.000 Alokasi Anggaran Rp. 9 milyar tersebut juga untuk pengadaan buku kurikulum baru kepada 250 guru. Artinya masing-masing guru mendapat 9 buku mata pelajaran dengan harga setiap buku sebesar Rp. 9.000. Prinsipnya PAK APBD yang diajukan tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Gubernur.
Sejalan dengan hal tersebut, dilingkungan pemerintah Kota (pemkot) Malang juga mengusung program pemberian subsidi pendidikan khusus kepada siswa tidak mampu pada jenjang pendidikan SMA/SMK se Kota Malang. Pemkot memberikan subsidi sebesar Rp. 155.000/siswa kepada 7.000 siswa SMA/SMK se Kota Malang. Jika dikalkulasikan maka total dana yang digelontorkan oleh pemkot untuk subsidi pendidikan sebesar Rp. 1.085.000.000. perlu diketahui bahwa subsidi pendidikan tersebut tidak hanya diperuntukan bagi sekolah negeri tetapi juga untuk sekolah swasta. Tidak hanya pemerintah daerah, secara bersamaan pemerintah pusat juga memberi subsidi pendidikan berupa bantuan kepada siswa miskin (BKSM).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.