Beranda Publikasi Laporan Tahunan Laporan Akhir Tahun 2016

Laporan Akhir Tahun 2016

75
0
BERBAGI

Laporan Akhir Tahun 2016 – Korupsi Anggaran Publik dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi

Budaya tidak terbentuk dalam sesaat. Budaya terjadi karena merupakan suatu kebiasaan yang terus menerus dilakukan. Dan jika perilaku ini terus konsisten dilakukan maka hal ini akan menjadi sebuah tata nilai dalam sistem sosial masyarakat bahkan jika ini selalu terus menerus di reproduksi, niscaya juga akan menjadi kebudayaan bagi sebuah bangsa. Perilaku yang menjadi sumbu dari terwujudnya  kebiasaan tentu harus dijaga dengan baik agar dapat memunculkan perilaku yang baik, ikhlas, dan memunyai dimensi yang berkualitas ihsan sebagai manusia.

Kebiasaan melakukan laporan kepada publik yang dilakukan oleh Malang Corruption Watch (MCW) tetaplah menggantungkan diri pada konsep ihsan, yang didalamnya juga terdapat perilaku bajik, terbuka atas apa yang telah dilakukan, dan tidak ada rasa sejumputpun yang berkarakter memusuhi dan dendam, yang ada adalah rasa cinta kasih atas kedamaian dan keadilan. Inilah semangat yang mesti kita kabarkan kepada public, bahwa apa yang telah dilakukan oleh masyarakat-rakyat yang menghuni jagat Malang Raya untuk menyampaikan kritik atas apa yang telah terjadi dalam satu tahun ini merupakan suatu bentuk kecintaan atas kedamaian dan merupakan kegandrungan atas keadilan yang sedang diperjuangkan. Perilaku yang telah dilakukan selama ini bukanlah merupakan sebuah tindakan kebencian terahadap praktik politik, pemerintahan, dan kondisi penegakan hokum di Malang yang seolah tiada harapan untuk terjadinya perubahan yang dapat memastikan akan kemerdekaan dan keadilan. Seolah apa yang dilakukan oleh rakyat selama ini yang dimotori oleh kelompok-kelompok masyarakat sipil yang salah satunya adalah MCW, seolah berada dalam ruang yang sunyi. Terasa senyap, terasa hening dalam diam. Seolah tak ada yang perduli atas kondisi kehidupan politik-kepemerintahan yang mengalami disorientasi, inkonsisten, kebijakan yang hadir tak dapat memberikan rasa adil yang ada adalah seolah mempermainkan perasaan rakyat tanpa adanya etika dan moralitas. Demikian pula dalam hal penegakan hokum, seolah apa yang diperjuangkan hanya sebatas menghukum orang, menghujat orang padahal sejatinya tentang hokum adalah tentang keadilan. Keadilan inilah yang sedang diperjuangkan dalam ruang public.

Tradisi laporan ini, merupakan bagian penting dalam membangun ruang public yang bertanggungjawab. Mempraktikkan kebiasaan terbuka yang transparans tentulah tidak mudah, karena harus berani melawan nafsu pribadi untuk mengalah dengan egoism yang memang selalu bersemayam dalam relung jiwa setipa manusia. Begitu mampu menundukkan dan mengelola nafsu maka hal yang berkaitan dengan keterbukaan dalam ruang public tidaklah menjadi sebuah ketakutan namun akan berubah menjadi sebuah kehormatan bahwa kita tetap mempunyai budi pekerti yang tulus untuk melakukan dialog guna perbaikan atas perilaku yang telah terjadi.  Tak ringan memang untuk melakukannya, tapi harus tetap dilakukan tanpa kenal lelah dengan konsistensi yang tinggi. Hal ini penting dilakukan sebagai bagian pembelajaran untuk membangun internal governance bagi lembaga-lembaga publik seperti MCW apalagi lembaga public pemerintahan tentu wajib juga terbuka kepada rakyatnya. Praktik keterbukaan dan membangun dialog bersama bahwa persoalan korupsi bukan hanya masalah sebagian orang atau kelompok saja, melainkan dimaknai sebagai masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama-sama dan tentu harus dilakukan secara bersungguh-sungguh bukan hanya sebuah fantasi ataupun sebatas imajinasi untuk membangun akuntabilitas.

Dokumen Laporan Akhir Tahun 2016, dapat diunduh dibawah sini

Laporan Akhir Tahun Malang Corruption Watch 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.