Beranda Suara Rakyat Opini MENJEMPUT MAS SAIFUL DAN BU LIAYATI (Stop Kriminalisasi Aktivis Buruh)

MENJEMPUT MAS SAIFUL DAN BU LIAYATI (Stop Kriminalisasi Aktivis Buruh)

60
0
BERBAGI

Malang, 07 Agustus 2016. Episode perjuangan buruh untuk memperoleh haknya belum usai. Mas Saiful dan Bu Liayati, 2 (dua) Aktivis buruh yang telah dikriminalisasi oleh perusahaan hari ini  selesai menjalani hukuman sesuai dengan putusan pengadilan tinggi jawa timur yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht). Dalam putusannya majelis hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur menjatuhkan pidana lebih tinggi dari pidana yang dijatuhkan pengadilan negeri kota malang dari 3 (tiga) bulan menjadi yaitu 6 (enam) bulan pidana penjara.

Akan tetapi melihat dari proses penanganan kasus (Kriminalisasi) mulai dari awal hingga hari ini terdapat beberapa hal yang terindikasi bermasalah. Pertama, Bahwa laporan perusahaan kepada Kepolisian Malang Kota terhadap Bu liayati dan Mas Saiful terjadi setelah para buruh melakukan aksi solidaritas terkait dengan kejelasan lembur dan tindakan arogansi perusahaan terhadap buruh. Kedua, dalam fakta persidangan di Pengadilan Negeri Kota Malang, saksi yang didatangkan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak dapat membuktikan bahwa Mas Saiful dan Bu Liayati melakukan penggelapan terhadap Dana Sosial (Rp. 660.000). Akan tetapi uang yang dimaksud merupakan uang jamu yang diperuntukan kepada seluruh PUK SPSI sebagai uang lelah.

Ketiga, dalam putusannya majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Malang tidak menyebutkan/menjelaskan pihak yang dirugikan dalam kasus ini dan tidak menyebutkan berapa kerugian yang diakibatkan. Padahal hal tersebut menjadi salah satu dasar yang cukup penting dalam menentukan seberapa besar terdakwa dijatuhi pidana. Keempat, penetapan penahanan dan perpanjangan penahanan oleh pengadilan tinggi jawa timur berlaku surut, dimana penetapan dibuat pada tanggal 9 Mei 2016, akan tetapi menetapkan penahanan pada tanggal 4 Mei 2016 s/d 2 Juni 2016.

Kelima, permohonan penangguhan dan atau peralihan penahanan kepada mas saiful dan bu liayati tidak sama sekali direspon oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Keenam, Dalam putusannya majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur juga tidak menyebutkan/menjelaskan pihak yang dirugikan dalam kasus ini dan tidak menyebutkan berapa kerugian yang diakibatkan dari kasus ini, padahal seharusnya hal tersebut menjadi salah satu dasar yang cukup penting dalam menentukan seberapa besar terdakwa dijatuhi pidana. Selain itu juga tidak disebutkan hal-hal yang menjadi dasar penambahan pidana kepada bu liayati dan mas saiful.

Melihat kondisi tersebut, Malang Corruption Watch bersama tim pendamping hukum akan terus berupaya agar kriminalisasi ini menemukan titik terang yang berujung tidak benarnya tuduhan yang dialamatkan perusahaan kepada Bu Liayati dan Mas Saiful. Oleh karena itu ada beberapa hal yang akan terus diupayakan. Pertama. Akan ada upaya hukum luar biasa (PK) terhadap putusan pengadilan Tinggi Jawa Timur. Kedua. Melakukan upaya hukum terhadap ketidakjelasan penahanan oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.