Menyoal Jalan Berlubang dan Drainase yang Buruk

BERBAGI
Sumber foto: Dokumentasi DPUPR Kota Malang

Kamis (27/06/2022 ) MCW melakukan audiensi dengan DPUPRP Kota Malang. Dalam pertemuan terdapat dua pokok pembahasan. Pertama, terdapat kekurangan volume pada beberapa ruas jalan di Kota Malang. Temuan tersebut cenderung berulang setiap tahun dalam LHP BPK.

Selain itu pada tahun 2020 terdapat 81 unit jalan yang salah dalam pengklasifikasiannya. Padahal setiap program yang telah dirancang sebelumnya telah dimasukkan dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) berbentuk sub kegiatan hingga rincian belanjanya.

Perbaikan jalan di Kota Malang juga belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan anggaran yang seharusnya diperuntukkan untuk perbaikan dipakai untuk kegiatan yang menjadi prioritas anggaran. Contohnya, jalan veteran telah diusulkan dalam DAK, namun akhrnya digunakan untuk refocusing, sehingga yang seharusnya ditangani 2018 baru ditangani pada tahun 2022.

Kedua, terkait problem banjir di Kota Malang perlu adanya upaya yang strategis. Drainase di Kota Malang masih sering dipenuhi dengan sampah sehingga menghalau aliran air. Hingga saat ini pemerintah masih dalam proses pembuatan master plan drainase Kota Malang. Juga terdapat Tim Ploting genangan yang bertugas mengecek saluran drainase yang sering mampet.

Banjir juga diakibatkan oleh jumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang kurang, dimana Kota Malang baru terealisasi 11% yang seharusnya dalam regulasi mengamanatkan 30 RTH.

Proses perencanaan pembangunan harus menjamin adanya partisipasi dari masyarakat, karena masyarakatlah yang terlibat dan menjadi pengguna secara langsung dalam kehidupan sosial. Tentu upaya partisiasi inilah yang perlu ditingkatkan.

Bersama Rakyat Berantas Korupsi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.