Beranda Suara Rakyat Rilis Pers PROYEK PASAR SAYUR BATU BERMASALAH:

PROYEK PASAR SAYUR BATU BERMASALAH:

24
0
BERBAGI

(Potret Kerugian Negara dalam Proyek Pembangunan di Pasar Tradisional)

Batu, 12 April 2018 – Akibat proyek pasar sayur bermasalah, kini pedagang tidak bisa menempati bedak baru yang rencananya selesai pada tahap pertama akhir Desember 2017. rencananya pasar tersebut terdiri dari 136 kios dan pekerjaan paving teras kios seluas 560 meter, serta pekerjaan instalasi listrik sebanyak 180 titik dengan luas total sekitar 5184 m. Akan tetapi, kualitas pekerjaan proyek di pasar tradisonal tersebut mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan yakni, kualitas keramik yang mengelupas dan dikeluhkan oleh sejumlah pedagang.

Berdasarkan penelusuran Malang Corruption Watch melalui laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kota Batu (lpse.batukota.go.id) proyek tersebut senilai 8,9 Miliar dan dimenangkan oleh PT. CKMT melalui anggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Kota Batu. Sementara itu, rekanan yang menjadi pemenang pada proyek pasar di Kota Batu juga pernah memiliki masalah serupa yakni pada proyek konstruksi Basement Balai Pemuda Surabaya yang dibangun pada tahun 2016 silam.

Mengenai kasus pembangunan pasar, MCW mencatat sejumlah proyek pengadaan konstruksi pasar tradisional di Jawa Timur selama 3 tahun terakhir yakni:

  1. Kasus Pasar Besar di Madiun
  2. Kasus Konstruksi Pasar Kasin di Kota Malang
  3. Kasus Revitalisasi Pasar Keputran Utara di Kota Surabaya

Pertama , Hal tersebut mengindikasi kerugian negara pada proyek pasar besar Madiun yang dilakukan oleh Mantan Walikota Madiun dengan menerima gratifikasi senilai 1 Miliar dalam bentuk mata uang asing pada proyek tersebut , Kedua Kasus Kontruksi Pasar Kasin di Kota Malang melibatkan empat orang kontaktor karena karena ada dugaan penyalahgunaan dana dalam pasar tersebut dan , Ketiga  Kasus Revitalisasi Pasar Keputran Utara di Kota Surabaya diantaranya banyak item yang belum dikerjakan yang lekat kaitannya dengan tindak pidana korupsi.

Selain pembangunan pasar, sejumlah proyek bermasalah di Kota Batu juga kerap muncul antara lain:

KONTRAK PEMBANGUNAN NILAI PROYEK KONDISI
1.      RUMAH SINGGAH MAHASISWA KOTA BATU 4,2 Miliar –          Pengadaan tanah tidak jelas karena tidak ada di dalam lelang
2.      PEMBANGUNAN BLOCK OFFICE KOTA BATU 252 Miliar Pembangunan kantor molor selama dua tahun sehingga mengakibatkan kerugian negara
3.      PEMBANGUNAN TAMAN AMONG TANI dan GOR GAJAH MADA 29 Miliar

 

Mengenai hal tersebut, Malang Corruption Watch menyatakan sikap:

  1. Mendesak Dinas Perumahan Permukiman dan Kawasan untuk lebih tegas dalam proyek pengadaan di Kota Batu

2.. Mendesak DPRD Kota Batu untuk memberikan sanksi yang tegas kepada Kotraktor dan Dinas terkait

  1. Mendorong Aparat Penegak Hukum, Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusut proyek pembangunan bermasalah di Kota Batu

4. Mengajak pedagang pasar dan masyarakat Kota Batu untuk ikut terlibat dalam mengawasi proyek tersebut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here