Beranda Suara Rakyat Opini Refleksi 16 Tahun MCW, “Bersama Rakyat Berantas Korupsi”

Refleksi 16 Tahun MCW, “Bersama Rakyat Berantas Korupsi”

120
0
BERBAGI
Doc. MCW
Doc. MCW

Tidak terasa sudah 16 tahun sejak didirikan pada 31 Mei 1999 Malang Corruption Watch masih eksis dalam melakukan advokasi dan pendampingan masyarakat. Cita-cita sosial yang disuarakan sejak tahun 1999 kembali didengungkan dengan mengangkat tema “Bersama Rakyat Berantas korupsi”. Hal ini disadari oleh MCW karena korupsi tidak bisa dilawan oleh aparat penegak hukum dan NGO saja, namun masyarakat harus mampu pro-aktif ikut serta dalam melawan korupsi. Peringatan hari lahir MCW bukanlah sebuah euforia namun refleksi bagaimana kondisi masyarakat sipil dalam melawan korupsi, jatuh bangun organisasi MCW sejak tahun 1999.

Rangakaian acara ulang tahun MCW terdapat 3 sesi, 2 sesi di hari sabtu dan 1 sesi di hari minggu. Selain rangkaian acara tersebut terdapat pameran foto yang menceritakan perjalanan 16 tahun Malang Corruption Watch. Sesi pertama mengangkat refleksi gerakan sosial Malang Raya, acara ini dipandu oleh ketua dewan pengurus MCW (Lutfhi J. Kurniawan) dan koordinator badan pekerja MCW (Zainuddin). Sesi ini membahas bagaimana gerakan yang harus dilakukan kedepan dengan perubahan dinamika politik dan hukum yang terjadi. Tentunya melakukan refleksi ini adalah hal yang penting bagi ruh gerakan sosial.

Semangat gerakan ini akan diperdalam di sesi ke-2 dimana akan diselenggarakan diskusi “Malang Menolak Lupa: Perlawanan Masyarakat sipil VS korporasi”. Sejarah pernah mencatat perlawanan alot masyarakat sipil terhadap pembangunan yang semena-mena di Kota Malang. Terdapat 2 pembangunan yang akan dibahas pada malam minggu nanti yaitu Akademi Penyuluhan Pertanian yang berubah menjadi ijen nirwana dan pembangunan Malang Town Square. Masyarakat kita memiliki ingatan yang pendek sehingga mudah lupa atas kejadian masa lalu yang sangat mengiris nurani. Begitu pula generasi muda tak banyak yang paham terkait pembangunan 2 proyek tersebut. Malam nanti kami akan menghadirkan aktor-aktor yang melawan pembangunan 2 proyek tersebut untuk bercerita bagaimana proses advokasi yang dilakukan. Selain membuka sejarah lama maksud dari diskusi ini adalah memersolid perlawanan yang masih berulang seperti perlawanan terhadap pembangunan Malang Town Square (Matos) dan perlawanan terhadap pembangunan Idjen Nirwana atau yang lebih dikenal dengan kasus APP.

Di hari minggu diadakan orasi anti korupsi yang akan dibawakan oleh A. Dhofir Zuhri (direktur sekolah tinggi filsafat al-faroby) dengan tema orasi “Agama dan gerakan sosial anti korupsi” dan Eko Praseyo (Social Movement institute Yokyakarta) dengan tema orasi “Masa Depan Gerakan Sosial”. Orasi inilah yang menjadi acara pamungkas dari rangkaian acara ulang tahun MCW. Diharapkan dari orasi ini mampu membakar semangat perjuangan yang sudah ditempuh 16 tahun. Kami berharap agar gerakan sosial khususnya yang bergerak di bidang anti korupsi dapat lebih luas dan lebih semangat dalam melakukan advokasi dan pendampingan masyarakat serta upaya pembenahan sistem kepemerintahan yang ada di malang raya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.