Beranda Informasi Road Show dan FGD Mencari Pimpinan KPK Masa Depan

Road Show dan FGD Mencari Pimpinan KPK Masa Depan

41
0
BERBAGI

kpk2

Mendekati masa berakhirnya pimpinan KPK jilid III dan situasi yang sangat menyulitkan bagi KPK, sudah tentu perlu dipersiapkan langkah strategis untuk mencari pengganti pimpinan KPK yang nantinya bisa membawa lembaga anti rasuah bekerja secara maksimal dalam upaya melakukan pemberantasan korupsi. KPK adalah lembaga anti korupsi yang kinerjanya tidak diragukan lagi, berbagai prestasi yang dibuat oleh KPK telah menunjukkan bahwa KPK adalah lembaga anti korupsi yang telah menjadi tumpuan masyarakat untuk memberantas korupsi di Indonesia. Sebagai lembaga Anti korupsi yang menjadi tumpuan masyarakat untuk Indonesia bebas korupsi, sudah saatnya KPK masa depan dipimpin oleh para komisioner yang memiliki integritas, keahlian dan keberanian untuk memberantas korupsi yang telah menggurita dan merampas kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Beberapa bulan terakhir, KPK mendapat ujian besar dimana komisioner dan beberapa pegawai KPK menjadi target perlawan balik koruptor, mereka diganjal dengan berbagai masalah yang sejatinya masalah tersebut dikenal dengan istilah kriminalisasi dan pelemahan institusi KPK. Upaya perlawanan balik para koruptor kepada KPK tidak lain adalah perlawanan terhadap gerakan anti korupsi, sebagai dampaknya, gerakan anti korupsi mengalami kendala di tengah Indonesia masih menjadi lahan subur praktek korupsi yang telah sistemik dan mewabah ke semua sektor kehidupan. Upaya pelemahan KPK lewat Kriminalisasi dan revisi undang-undang KPK telah menunjukkan bahwa para koruptor sudah tidak senang dengan KPK, karena prestasi mengungkap praktek korupsi yang dilakukan oleh para penguasa yang memiliki akses politik dan modal membuat KPK menjadi korban untuk dilemahkan.

Kondisi pelemahan, tantangan atau ancaman terhadap upaya-upaya pemberantasan korupsi membuat banyak pihak enggan untuk mengajukan diri masuk dalam proses seleksi Pimpinan KPK. Mencermati proses seleksi Pimpinan KPK, terbaca bahwa dari satu periode ke periode seleksi Pimpinan KPK, terlihat adanya penurunan minat pendaftar/kandidat Pimpinan KPK, baik secara kuantitas maupun kualitas. Minimnya kandidat membuat proses seleksi tidak bisa menghasilkan kandidat terbaik. Panitia Seleksi terjebak pada kondisi keterbatasan kandidat yang ada. Situasi ini harus direspon dengan tepat, mengingat proses seleksi Pimpinan KPK akan berlangsung dalam waktu dekat.

Mengkampanyekan proses seleksi ke daerah merupakan hal penting untuk dilakukan untuk mendorong partisipasi publik yang lebih luas lagi terutama untuk mendorong berbagai pihak untuk mendaftar sebagai kandidat KPK dan mengawal proses seleksi. Mempersiapkan calon-calon Pimpinan KPK dengan melibatkan publik menjadi kunci harapan bagi kelanjutan gerakan anti Korupsi. Maka dari itu, Koalisi Anti Korupsi (Tranparency Internasional Indonesia, Indonesia Corruption Watch, Malang Corruption Watch dan Kemitraan) memandang perlu adanya satu forum untuk melakukan diskusi bersama dengan Panitia seleksi calon pimpinan KPK, adanya forum yang digagas oleh konsorsium Anti korupsi tidak lain sebagai sebuah respon atas berbagai macam kendala yang terjadi terhadap institusi KPK, FGD yang digagas melibatkan berbagai macam elemen yang terdiri dari pegiat anti korupsi, akademisi, dan praktisi.

Forum yang digagas oleh konsorsium Anti Korupsi, diharapkan menjadi media bagi public untuk tertarik dan munculnya tokoh lokal dari Jawa Timur, untuk bersedia dan mau mencalonkan diri menjadi pimpinan KPK masa depan, dan untuk membongkar mitos bahwa memimpin KPK akan selalu dihantui oleh ancaman kriminalisasi dan pelemahan KPK. Karna bagaimanapun masyarakat telah mempunyai harapan besar kepada KPK. Sehingga pimpinan KPK masa depan sudah tentu akan dikawal oleh masyarakat dan masyarakat akan mendukung segala upaya yang dilakukan untuk Indonesia bersih dan bebas korupsi .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.