Beranda Suara Rakyat Rilis Pers Serapan Anggaran Masih Rendah, Pemkot Batu Main-Main

Serapan Anggaran Masih Rendah, Pemkot Batu Main-Main

108
0
BERBAGI

3887198_20131230084228 (2)

Menjelang PAK APBD yang kemungkinan besar dilakukan bulan depan yaitu Bulan Juni, Pemkot Batu belum terlihat serius dalam serapan anggaran. Perlu adannya evaluasi serius terkait dengan serapan anggaran yang telah dilaksanakan pemerintah melalui banyak program. Bagaimanapun, serapan anggaran pada semester pertama akan berpengaruh pada kualitas program pemerintah yang dibiayai oleh APBD. Jangan sampai kemudian Pemkot Batu “mengebut” di akhir tahun anggaran yang hanya berorientasi menghabiskan anggaran.

Ketidakseriusan Pemkot Batu dalam program yang telah dianggarkan ini, dapat kita lihat berdasarkan beberapa indikator yang jelas terkait serapan anggaran sebagai berikut ;
Pertama, yaitu melalui sebarapa banyak paket yang sudah selesai dilelang dan sudah mulai dikerjakan. Pengadaan barang /jasa merupakan hal penting dalam instrumen belanja pemerintah karena memiliki pagu anggaran yang cukup besar. Selain itu pengadaan barang jasa sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan publik. Untuk itu MCW melakukan tracking melalui lkpp.go.id dan LPSE Kota Batu untuk mengetahui bagaimana serapan anggaran pengadaan barang dan jasa Kota Batu.

MCW mentracking lelang pengadaan sejak awal januari hingga 5 mei 2015. Data menunjukkan beberapa kejanggalan yang terjadi di pemerintahan Kota batu, Terutama di dalam Implementasi Serapan anggaran pengadaan tahun 2015 yang telah memasuki triwulan ke dua. Kejanggalan tersebut, bisa dilihat dengan realisasi pengadaan pemkot kota Batu yang sangat minim sekali. Dengan total pengadaan berdasarkan data LPSE yang telah selesai hanya 4 pengadaan saja dari bulan januari-April 2015. Hal tersebut dapat dilihat dari table di bawa ini:

Diolah dari www.lpsebatukota.go.id
Diolah dari www.lpsebatukota.go.id

Data diatas merupakan pengadaan hingga akhir april 2015 dengan jumlah pagu mencapai Rp.5.387.232.750,00 yang dikerjakan oleh Unit Layanan Pengadaan Kota Batu, yang mana bersumber dari APBD 2015 Kota Batu. sedangkan jumlah Paket pengadaan yang harus selesai di Tahun 2015 sebesar 1454 paket dengan Pagu sebesar Rp.396.927.000.000. dengan kata lain persentase serapan hanya mencapai 1,36% dan pemerintah kota batu harus menyelesaikan 98,64% sisa pagu dalam waktu 8 bulan.

Kedua, buruknya pengadaan barang jasa sampai hampir lima bulan ini. Hal ini berdampak besar kepada pelayanan masyarakat. Seperti terganggunya pemenuhan akses perekonomian berupa infrastruktur, akses pendidikan berupa fasilitas pendidikan, begitu pula pelayanan kesehatan. Untuk pemenuhan infrastruktur pembangunan pun jika dilihat hampir Rp.56.771.165.336 dalam belanja lansung tahun 2015. Namun, belum ada satupun paket pengadaan yang telah selesai dilelang Pemkot Batu dalam perbaikan infrastruktur, misalnya jalan, gorong-gorong, dan infrastruktur lainnya.

KotaBatu sendiri dikenal sebagai kota wisata, akan tetapi sarana prasarana yang ada belum terfasilitasi oleh pemerintah. Bahkan bulan juni mendatang akan ada Perubahan Anggaran Keuangan untuk anggaran pendapatan belanja daerah. Jika serapan anggaran Kota Batu hanya 1,36%, artinya bahwa pemerintahan Kota Batu tidak serius dan Tidak bertanggung jawab atas daerah yang dipimpinnya. Karena, untuk perubahan anggaran setiap daerah minimal sudah mencapai 40% dalam menyerap anggarannya hingga Juni mendatang.

Ketiga, molornya target pengadaan. MCW menemukan Misalnya pada paket pengadaan Pembangunan Jalan Wana Wisata Coban Talun dengan total Pagu sebesar Rp.7.140.900.000 yang seharusnya sudah di lelang dan selesai di bulan maret kemarin pun belum di lelang. Keempat, belum ada perbaikan dan perubahan layanan yang nayata. Dari beberapa hasil temuan MCW di beberapa wilayah Kota Batu masih saja terdapat jalan yang rusak misalnya Desa Punten, Tlekung, Sidomulyo, Sumberejo, Junrejo dan Kelurahan Sihir. Padahal total anggaran belanja daerah Kota Batu 2015 sangat besar jumlahnya Rp.914.833.704.368,00. sedangkan masih banyak pelayanan yang masih belum terpenuhi. Ditambah dengan serapan anggaran yang sangat rendah. Padahal sudah sangat jelas bahwa dalam penyusunan dan implemntasi APBD tersebut, harus memberikan proteksi dalam bidang perekonomian, kesejahteran, dan politik masyarakat.

Buruknya perencanaan pembangunan di Kota Batu juga terjadi beberapa tahun kemarin. Bahkan di tahun sebelumnya menurut hasil kajian MCW melalui data yang didapatkan dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan, bahwa dalam triwulan ketiga hingga pada bulan september 2014 Belanja kota Batu hanya Menyerap anggaran sebesar Rp. 34.535.000.000,00 atau 44,8%. Dengan rincian belanja barang dan jasa sebesar Rp.59.118.000.000,00 atau 43% dan belanja modal hanya terserap sebesar Rp.41.140.000.000,00 atau 16%. Artinya bahwa serapan tersebut pun masih sangat minim. Sehingga pada tahun 2015 kami tidak ingin terjadi hal yang sama dengan tahun sebelumnya. Dimana diakhir tahun baru dipaksakan anggarannya habis. Tanpa berfikir pembangunan itu masih relevan atau tidak.

Rekomendasi
1. MCW meminta Wali Kota Batu untuk lebih serius bekerja. Sehingga, SKPD dibawahnya dapat segera memaksimalkan program yang ada sekaligus memaksimalkan serapan anggarannya.
2. MCW mengingatkan agar segera memperbaiki manajemen lelang pengadaan barang/jasa khususnya pada tahap perencanaan. Hal ini menjadi krusial karena sering molornya jadwal lelang sehingga berdampak pada pengerjaan yang molor pula, sehingga masyarakat terlambat merasakan aspek kemanfaatan pembangunan.
3. Pemerintah kota batu harus mengutamakan pengadaan barang/jasa yang berdampak pada pelayanan masyarakat, seperti belanja wajib: pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
4. Wali Kota harus memanggil SKPD-SKPD yang ditemukan belum bekerja maksimal dalam 5 bulan awal di tahun anggaran 2015 ini. Dari seluruh dinas, baru Dinas pendidikan dan olahraga, serta Dinas Perumahan dan Pengawasan Pembangunan. Dinas yang lain masih nol
5. Jangan sampai di akhir tahun baru ngebut untuk menghabiskan anggaran
6. Momuntum PAK ini harus digunakan Pemkot Batu untuk melakukan evaluasi sekaligu penyesuaian program pembangunan mana yang lebih logis dan relevan. Jangan asal menghabiskan anggaran.

M. Dzikirullah (Divisi Riset, Informasi, dan Publikasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.