Beranda Suara Rakyat Opini TANPA SERIKAT, 77 MANTAN BURUH DI KOTA MALANG MASIH MELAWAN!

TANPA SERIKAT, 77 MANTAN BURUH DI KOTA MALANG MASIH MELAWAN!

117
0
BERBAGI
77 mantan buruh PT. Indonesian Tobacco menghadiri sidang di PN Malang
77 mantan buruh PT. Indonesian Tobacco menghadiri sidang di PN Malang

Malang, 30/04/15. 77 orang buruh yang digugat hampir 3 Miliar oleh PT. Indonesian Tobacco hari ini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Malang untuk pembacaan materi gugatan yang diajukan oleh PT. Indonesian Tobacco setelah menjalani mediasi selama tiga kali dan masih tidak menemukan titik temu antara pihak Penggugat PT. Indonesian Tobacco dengan pihak Tergugat yakni 77 orang eks buruh PT. Indonesian Tobacco.
Sebelumnya 77 buruh telah mendatangi komisi D DPRD Kota Malang untuk mengadukan adanya bentuk intimidasi, indikasi union busting (pemberangusan serikat pekerja) dan tidak ada pemenuhan hak terhadap buruh di perusahaan tembakau tersebut. Perlu diketahui juga bahwa, selama menjalani sidang pertama pemanggilan para pihak, 77 orang buruh sama sekali tidak didampingi oleh serikat buruh baik didalam persidangan maupun diluar persidangan, Meski sadar bahwa mereka cenderung ditelantarkan oleh pihak serikat yang bertahun-tahun mereka bayar kewajiban iuran untuk organisasi serikat buruh yang menaunginya, buruh tidak patah arang.

Mereka melakukan agenda-agenda advokasi sendiri, dengan berbekal jaringan seadanya, 77 buruh mantan karyawan PT. Indonesian Tobacco tersebut berani menghadapi tuntutan dan maju melawan segala bentuk ketidakadilan dan penindasan dengan segala resikonya. Bukti bahwa 77 buruh tersebut tidak gentar melawan kekuatan pengusaha dengan cara menyuarakan ketidakadilan ini kepada publik yakni:
– Bahwa di Kota Malang masih ada praktek-praktek perbudakan;
– Masih ada bentuk-bentuk intimidasi;
– Tidak adanya pemenuhan Hak bagi buruh;
– Masih terjadi union busting (pemberangusan serikat pekerja) dan
– Pemerintah Kota Malang masih kurang responsif terhadap isu-isu buruh
– Tidak ada keberpihakan dari pengurus serikat buruh ditingkat cabang maupun daerah yang mereka naungi selama ini.
– Buruh Butuh Keadilan
77 Buruh telah menyuarakan hal-hal tersebut kepada Komisi D DPRD Kota Malang dan akan mengadukan persoalan tersebut kepada Walikota Malang untuk segera ditindak lanjuti dan melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu dan memihak kepada wong cilik dengan dasar fakta-fakta yang terjadi selama ini di dunia ketenagakerjaan di Kota Malang.
Untuk itu Kami 77 orang mantan karyawan PT. Indonesian Tobacco yang telah di Zhalimi oleh perusahaan melalui aksi ini menuntut Walikota Malang untuk:
Kami 77 Mantan Buruh Pt. Indonesian Tobacco Menuntut Kepada Walikota Malang Untuk:
1. Memberikan sanksi tegas bagi perusahaan di Kota Malang yang melanggar hak-hak dasar buruh;
2. Memberikan perlindungan secara nyata terhadap seluruh buruh di Kota Malang Korban praktek-praktek perbudakan yang dilakukan oleh pengusaha dengan membuat Peraturan Daerah inisiatif tentang Perlindungan Tenaga Kerja;
3. Memberikan sanksi tegas bagi serikat buruh yang menelantarkan buruh yang berada dalam naungannya;
4. Menetapkan upah minimum secara partisipatif dengan melibatkan buruh dalam setiap pembahasannya;
5. Melakukan monitoring secara berkala atas pemenuhan hak bagi buruh oleh perusahaan di Kota Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.