Beranda Suara Rakyat Rilis Pers Uang Pungutan Pendidikan Dikembalikan ke Wali Murid

Uang Pungutan Pendidikan Dikembalikan ke Wali Murid

161
0
BERBAGI
Suasana pertemuan wali murid SDN Bandungrejosari dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah yang difasilitasi komisi D DPRD Kota Malang
Suasana pertemuan wali murid SDN Bandungrejosari dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah yang difasilitasi komisi D DPRD Kota Malang

SURYAMALANG.COM, SUKUN – Protes yang dilakukan wali murid soal praktik pungutan untuk beli komputer di SDN Bandungrejosari I berbuntut pada pembubaran paguyuban wali murid di sekolah tersebut.

Paguyuban murid juga mengembalikan uang pungutan kepada wali murid yang sudah terlanjur membayar.

Wakil Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas 3C SDN Bandungrejosari I, Herlia mengatakan pembubaran paguyuban wali murid dilakukan, Sabtu (29/8/2015). Ketika pembubaran, paguyuban juga mengembalikan uang pungutan kepada wali murid yang sudah membayar.

“Untuk sementara paguyuban wali murid resmi dibubarkan. Uang pungutan untuk pembelian komputer juga sudah dikembalikan ke wali murid,” kata Herlia, Minggu (30/8/2015).

Dikatakannya, untuk kelas 3C, tercatat sudah ada 15 wali murid yang sudah membayar uang pungutan untuk membeli komputer. Tiap siswa diwajibkan membayar Rp 100.000 untuk membeli komputer. Berarti uang pungutan yang sudah terkumpul di kelas 3C Rp 1,5 juta. “Semua sudah dikembalikan ke masing-masing wali murid,” ujarnya.

Tetapi, kata Herlia, untuk komite sekolah sampai sekarang masih belum dibubarkan. Padahal, sesuai isi kesepakatan yang ditandatangani perwakilan wali murid, Kepala Sekolah, dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), selain paguyuban komite sekolah juga harus dibubarkan terlebih dulu. “Kami masih menunggu pembubaran komite sekolah untuk diganti pengurus baru,” katanya.

Hal sama diungkapkan wali murid kelas 5B, Eko Agus Susilo. Menurut Eko, paguyuban wali murid di kelas 5B juga sudah dibubarkan. Uang pungutan untuk membeli komputer juga sudah dikembalikan ke masing-masing wali murid. “Saya belum tahu apakah akan dibentuk lagi paguyuban wali murid. Kami menunggu wali murid lainnya,” ujarnya.

Dikatakannya, sebenarnya yang lebih penting sekarang ini melakukan penyegaran kepengurusan komite sekolah. Setelah ada permasalah ini, sudah saatnya ada pergantian pengurus di komite sekolah. “Sebenarnya, penyegaran kepengurusan komite sekolah lebih penting. Kalau paguyuban ini sebenarnya informal, di aturannya juga tidak ada. Paguyuban ini fungsinya untuk memudahkan koordinasi antar-wali murid,” katanya.

Perlu diketahui sejumlah wali murid yang merupakan perwakilan paguyuban wali murid SDN Bandungrejosari 1 sempat memprotes pungutan yang terjadi disekolah itu. Pungungutan itu dilakukan untuk membeli komputer di sekolah.

Nilai pungutan bervariasi. Untuk siswa kelas 1 nilai pungutannya Rp 450.000, kelas 2 sebesar Rp 150.000 yang kemudian diturunkan menjadi Rp 100.000, sedangkan kelas 3 sampai 6 dipungut sebesar Rp 100.000

sumber: www.suryamalang.tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.