Beranda Suara Rakyat Opini Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dalam Seluruh Pengadaan Buku/Modul Kurikulum 2013

Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dalam Seluruh Pengadaan Buku/Modul Kurikulum 2013

190
0
BERBAGI
Sumber: www.fraksipan.com
Sumber: www.fraksipan.com

Seperti yang telah diduga sebelumnya, perubahan kurikulum dari KTSP ke Kurikulum 2013 ditunggangi kepentingan dengan mengeruk keuntungan atas pengadaan buku/modul K13. Perubahan kurikulum tidak hanya dilandasi ingin memperbaiki mutu pendidikan Indonesia akan tetapi juga untuk memperbaiki kesejahteraan pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam pengadaan buku kurikulum baru ini.

Berdasarkan investigasi MCW/ICW ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan buku/modul Kurikulum 2013 bagi pengawas sekolah untuk Provinsi Jatim, Kalteng dan Gorontalo. Pengadaan mencetak 22.221 dengan nilai pengadaan sebesar Rp 983 juta. Pengadaan buku dan modul ini dilakukan oleh salah satu unit kerja Kembudikdasmen, P4TK Bidang Otomotif dan Elektronika di Kota Malang, Jatim.

Berdasarkan bukti-bukti yang berhasil dihimpun oleh MCW/ICW ditemukan adanya perbuatan membuat HPS jauh lebih tinggi dari harga pasar dan persengkokolan dalam lelang. Berdasarkan dokumen lelang dan kontrak antara perusahaan pencetak buku dengan P4TK, harga pengadaan perbuku berkisar antara Rp 50 ribu-Rp 60 ribu. Sementara itu, harga buku dengan spesifikasi yang sama ditaksir berharga tidak lebih Rp 11 ribu.

Harga pasar diperoleh oleh MCW melalui investigasi dengan menyamar meminta perusahaan pemenang lelang untuk memberikan penawaran untuk mencetak buku yang spesifikasinya sama dengan buku dan modul Kurikulum 2013. Berdasarkan dokumen yang diberikan oleh pemenang lelang diperoleh bahwa harga buku tersebut tidak lebih Rp 11 ribu per buku. Harga buku ini diperuntukkan untuk pencetakkan minimal 1.000 buku. Harga akan lebih rendah jika volume buku yang dicetak lebih besar dari jumlah minimal tersebut.

Permainan harga pencetakan buku ternyata telah menjadi modus bagi pemenang lelang dan peserta tender lainnya untuk bersama-sama mencurangi proses lelang. Berdasarkan dokumen penawaran yang disampaikan oleh seluruh peserta lelang ditemukan harga penawaran yang hampir seragam, yakni berkisar pada nilai Rp 990 juta. Padahal jika mengikuti harga pasar maka penawaran jauh lebih rendah misalnya harga Rp 20 ribu per buku atau sekitar Rp 200 juta untuk seluruh pekerjaan, itupun sudah memberikan keuntungan cukup besar bagi pencetak buku. Namun, anehnya tidak satupun peserta lelang memberikan penawaran senilai hal tersebut. Mereka menawar sedikit lebih tinggi dari harga yang ditawarkan oleh pemenang lelang buku Kurikulum 2013.

“Oleh karena itu, patut diduga ada persengkokolan dalam pengadaan lelang sehingga peserta menawar dengan harga tertinggi yang memungkinkan pemenangnya memenangi tender”, Ujar Febri Hendri. Kerugian negara dari kasus ini diduga mencapai Rp 786 juta. Kasus ini sejatinya telah disampaikan dan sedang dalam proses oleh kepolisian resort Kota Malang. Akan tetapi, belum ada perkembangan yang cukup signifikan. Terkait dengan hal ini, MCW dan ICW merekomendasikan hal berikut :

  1. Mengingat telah terdapat beberapa alat bukti yang ada dan telah diberikan oleh MCW serta Bukti yang telah dikumpulkan oleh kepolisian: 1) Contoh buku; 2)Surat Penawaran Pembanding dari CV. One Abadi; 3) Surat Perintah Mulai Kerja; 4)Keterangan PPK dan Direktur CV. One Abadi.
  2. Maka sudah saatnya Kepolisian Resort Kota Malang untuk segera meningkatkan status kasus ini kepada ranah penyidikan dan melimpahkannya kepada kejaksaan negeri Kota Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.